putrikerahiman

Panti Asuhan Putri Kerahiman

Profil Panti Asuhan Putri Kerahiman Hawai Sentani

Pada tahun 1991 seorang misionaris, biarawati dari Tarekat DSY (Dina Santo Yosep) yang bernama Mariecen Warson DSY, Warga  Negara Indonesia asal Belgia Eropa memasuki masa pensiun dan minta kepada pimpinan tarekat untuk dapat tinggal bersama masyarakat dan membaktikan sisa hidupnya mengasuh pengasuh anak-anak yatim-piatu dan orang-orang menderita lainnya agar dapat hidup dengan baik dan mendapatkan pelayanan Tuhan. Pimpinan Tarekat member ijin, maka Sr.Mariecen menyewa sebuah rumah di Jalan Hawai untuk tempat tinggalnya dan mulai menerima 2 anak usia SD yang menderita TBC, dari rumah sewa tersebut terdapat 2 kamar, yang satu kamar dipakai untuk tidur bagi kedua anak dan yang satunya bagi Sr.Mariecen.

 

 

Sinar matanya yang penuh kasih kepada siapa saja membuat banyak orang datang menyampai-kan keluh kesahnya, semua keluh kesah ditampung dan membuatnya berpikir apa yang bisa dibuat untuk membantu mereka. Dari dua anak menjadi empat dan seterusnya dan dalam satu tahun sudah menjadi 39, maka di bangunlah rumah-rumah disampingnya untuk menampung mereka, Pastor Awam dan Anggota Dewan Paroki Argapura bernama Bpk.Andreas Salombe dan Bpk.Suhardi Tendeas diminta bantuannya dan ketika datang ke Hawai langsung menyekat ruang-ruang yang ada agar menjadi kamar untuk anak-anak. Kebutuhan makan anak-anak mendapatkan bantuan dari keluarga-keluarga yang bersimpati dan datang ke Panti membawa beras, Tuhan selalu membuat mujizat, ketika beras  tinggal satu dua kilo selalu datang penolong membawa satu dua karung beras.

Pada tahun 1992 bersama Pastor Nico Syukur Dister yang juga punya misi yang sama membantu sejumlah anak-anak Yatim Piatu, medirikan sebuah Yayasan diberi payung hukum agar pekeraan sosial ini diakui pemerintah secara legal, maka dikenal dengan nama YAYAYASN PUTRI KERAHIMAN PAPUA atau sering disingkat YAPUKEPA.

Tahun 2007, Pelayanan ini boleh mengembangkan sayapnya untuk tiga unit yaitu :

  1. Penyantunan anak Yatim, Piatu, dan Yatim Piatu.
  2. Pendampingan Ibu-Ibu Janda Cerai dan ekonomi lemah.
  3. Pelayanan Kesehatan.

Ketiganya dilakukan bersama-sama di satu lokasi yaitu di rumah Sewa di Jalan Hawai Sentani, latar belakang mengapa dilakukan ketiga pelayanan diatas sekaligus yaitu :

Anak Yatim yang dilayani banyak dengan latar belakang keluarga yang bermasalah yang ibunya juga menderita dan Ibu-ibu ini kondisinya seperti anak-anak Yatim yang perlu mendapat pendampingan selain karena hidup berkeluarganya penuh kekerasan juga karena ekonomi-nya yang juga lemah.

Pada tahun 1990-an wabah TB, Malaria dan Penyakit Kulit Baik di sekitar Danau Sentani merajalela sehingga anak Yatim maupun Ibu-Ibu janda sebagian besar terserang penyakit tersebut maka pelayanan kesehatan juga diberikan sejak anak atau  ibu Janda tersebut tiba di Panti Hawai.

Pendiri Yapukepa adalah orang yang sangat peduli dengan semua yang di jumpainya apalagi melakukannya dengan penuh kasih. Sebagai contoh pada  foto disamping  ini suster merawat luka pada kaki seorang anak asuhnya yang bernama Markus Andap dari Waena tebing, anak dari Amandus Andap, keluarga yang cukup memprihatinkan karena Bapak itu sendiri terganggu pikirannya pada tahun 1992 dan tidak memperhatikan anak-anaknya dengan baik. Mereka yang dilayani kesehatan bukan saja anak-anak asuh di panti Hawai tetapi dari se keliling Danau Sentani ataupun Waena, Abepura bahkan Abe Pantai. Ini dilakukan karena kepekaan yang tinggi dari Suster Mariecen Warson DSY dan Pastor Nico Syukur Dister yang melayani dengan penuh kasih tanpa pandang orang dari mana, bahwa dari mana datangnya tidak penting  yang  tersirat hanyalah cinta kasih.

Hubungi Kami