Unit Pengembangan Keluarga Papua, “Rumah Agape”, adalah lanjutan dari proyek pertama dan utama yang dimulai oleh Almarhumah Sr. Mariecen Warson, sebelum mendirikan Yayasan Putri Kerahiman Irian Jaya pada tanggal 28 Maret 1992, dengan maksud dan tujuan :
Ikut berperan serta dalam pembangunan kesejahteraan keluarga di Negara Republik Indonesia pada umumnya dan Propinsi Irian Jaya pada khususnya, dengan melakukan kegiatan di bidang sosial serta mendorong dan membina usaha swadaya dan usaha bersama untuk mengingkatkan tarap hidup keluarga.
Membina sikap gotong royong dan sikap kebersamaan pada semua lapisan masyarakat, dengan kelompok ibu rumah tangga yang berstatus cerai/janda, wanita yang membujang dan ibu rumah tangga yang menderita serta terkucil .
Menghadirkan cinta kasih Allah pada mereka yang menderita, terutama yang berkekurangan dalam sumber daya dan dana yang diperlukan manusia sebagai Pewaris Kerajaan Allah dalam menegakkan cintaNya.
Ibu ROSA ISABELLE RUEDA MILLAN de VERSTEGEN yang dipercakan Yayasan Putri Kerahiman Papua ( Profil Ibu Rosa Millan de Vertegen bisa dibaca pada link ini : https://www.jayapura.space/tokoh-spiritual/171-rosa-isabelle-rueda-millan-de-verstegen ) sebagai kepala Rumah Agape mulai melayani masyarakat pada tanggal 9 Mei 2003, melalui pembinaan dan pendidikan non- formal dan informal seperti : Masak dan bakar roti, Jahit,Sulam, Brei, Hak, Tatarias, Musik (orgen), Bahasa Inggris untuk anak-anak SD dan pendidikan formal seperti Keaksaraan dan pada tahun 2007 Pendidikan formal kepada Anak-anak Usia Dini (PAUD), Kelompok Bermain dan Taman Anak-Anak.
Namun tahun 2023 banyak kegiatan sudah tidak berjalan lagi karena YAPUKEPA kekurangan donatur dari luar negeri, masih banyak orang membutuhkan pelayanan Rumah Agape namun tidak ada biaya yang mampu meneruskan kegiatan ini. Namun PAUD Agape masih terus berjalan, dan merupakan salah Satu PAUD bergengsi di Kota Sentani, yang dukung oleh orang tua yang menyekolahkan anaknya di PAUD AGAPE.